DUNIA

Jerman Melarang Penggunaan Kantong Plastik Di Dalam Negeri

Negara Jerman berniat mempublikasikan rancangan undang-undang yang tidak memperbolehkan memakai kantong plastik di dalam negeri. Langkah tersebut diputuskan oleh pemerintah Jerman mengingat kesepakatan dengan para pebisnis retail atau pengecer untuk meminimalkan pemakaian kantong plastik dinilai belum memberikan hasil yang cukup signifikan.


Svenja Schulze, Menteri Lingkungan Hidup Jerman menyatakan pada media Reuters, bahwa pihak pemerintah berupaya melarang penggunaan kantong plastik sepenuhnya. Meskipun demikian dirinyatak dapat memberikan kepastian kapan penerapan undang-undang tersebut dilakukan.

Tujuan diberlakukannya undang-undang tersebut, menurut Schulze adalah untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang sering membuang sesuatu menjadi lebih sedikit menggunakan plastik.


Sejak beberapa tahun yang lalu pemerintah telah mengupayakan agar masyarakat Jerman lebih sedikit memakai platik. Melalui kementrian, Sculze juga telah memberlakukan berbagai kebijakan untuk meminimalkan penggunaan plastik.

Contohnya di tahun 2016, tepatnya di bulan April, pemerintah Jerman mulai memberlakukan undang-undang yang mengharuskan department store serta toko-toko untuk membebankan tarif atas pemakaian kantong plastik, atau tidak lagi diberikan gratis kepada konsumen.

Berikutnya, Schulze juga meminta komitmen dari para pengusaha retail untuk tidak mengemas buah dan sayuran secara berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Selain di negara Jerman, di kalangan Uni Eropa pada 2 tahun yang akan datang akan diberlakukan pula perubahan yang cukup drastic terkait limbah plastik. Mulai tahun 2021 Uni Eropa tak lagi memperbolehkan penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai misalnya pisau, sendok, dan sedotan.

Kota-kota di Indonesia yang memberlakukan kebijakan tentang plastik

Tanah air kita diketahui sebagai penghasil sampah plastik kedua paling besar setelah negara Cina. Tentu saja hal ini membutuhkan solusi yang berkesinambungan. Beberapa kota di tanah air mulai melakukan upaya untuk diet plastik demi kelestarian alam. Inilah beberapa perda yang diberlakukan terkait sampah plastik.

Banjarmasin

Peraturan Daerah Banjarmasin tentang Pengurangan Penggunaan Kantong plastik sudah disosialisasikan dan diberlakukan sejak 1 Juni 2016. Masyarakat Banjarmasin yang akan berbelanja ke supermarket diwajibkan membawa sendiri kantong belanjanya. Perda ini terbukti membawa hasil yang memuaskan. Dalam waktu 2 tahun saja Kota ini sukses mengurangi sampah kantong plastik hingga 54 juta lembar. 

Balikpapan

Salah satu kota paling bersih di Indonesia ini mulai memberlakukan kebijakan tentang sampah plastik sejak bulan Juni 2018. Aturan tersebut tertuang pada (Perwali) Nomor 8 tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sama seperti Kota Banjarmasin, masyarakat Balikpapan pun diwajibkan membawa kantong belanja sendiri saat berbelanja ke pusat-pusat retail modern.

Sejak diberlakukannya peraturan tersebut 70% hingga 80% pusat perbelanjaan turut berpartisipasi dan setiap bulannya berhasil mengurangi sampah kantong plastik hingga 90 ribu lembar. Sementara kebijakan tentang plastik untuk pasar tradisional masih dalam tahap sosialisasi serta pengalihan yang paling efektif.

Bogor

Pemerintah Kota Bogor baru-baru ini telah mempublikasikan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 61 tahun 2018 terkait Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Aturan ini wajib dilaksanakan mulai dari minimarket, mall, swalayan, serta pusat perbelanjaan modern.

Denpasar

Kampanye tentang pengurangan sampah kantong plastik telah dilakukan di ibukota Pulau Dewata tersebut sejak tahun 2017, tapi secara resmi Pemkot Denpasar mulai memberlakukan larangan menggunakan kantong plastik di pusat perbelanjaan serta toko-toko retail modern sejak 1 Januari 2019.

Hingga kini sosialisasi baik terhadap pengusaha retail atau pun masyarakat masih terus dilakukan. Tak hanya di pusat perbelanjaan besar, aturan ini juga akan diberlakukan pada pasar tradisional dengan penggunaan kereta belanja atau troli.

Read More