LIGA

Pochettino Legawa Spurs Tidak diberi Penalti karena VAR

Tottenham Hotspur tidak diberikan kesempatan penalti oleh wasit ketika takluk dari lawannya, Newcastle United. Mauricio Pochettino pasalnya menerima keputusan yang diambil via VAR (video Assistant Referee) tersebut.

Pochettino Legawa Spurs Tak diberikan Penalti

Pada laga lanjutan Liga Inggris yang dihelat di London Stadium, Minggu (25/8) kemarin, Tottenham Spurs dipaksa untuk mengakui keunggulan Newcastle United dengan skor 0-1. Gol kemenangan yang didapatkan oleh The Magpies disumbangkan eh Joeliton pada babak pertama. 

The Lilywhites sebenarnya masih bisa mendapatkan peluang penalti di babak keduanya. Striker Harry Kane pada saat itu terjatuh di kotak 16 meter ketika Jamal Lascelles terlihat seperti menabrak pemain itu dari belakang pada menit ke-76.

Sang wasit yang memandu pertandingan ini, Mike Dean, tak memberikan hadiah penalti pada Tottenham. Keputusan tersebut pasalnya diambil setelah ia melihay tayangan ulang dan juga pertimbangan dari VAR. Hasilnya, Tottenham Hotspurs kehilangan kesempatan untuk bisa mencetak angka dari titik putih. Klub sepak bola asal London itu terpaksa gagal meraih poin. Dan lebih keewanya mereka gagal meraih kemenangan di kandang mereka sendiri.

Setelah pertandingan usai, manager Tottenham, Pochettino akhirnya buka suara. Ia berkata bahwa tak masalah dengan keputusan wasit itu. Ia yakin bahwa keputusan VAR ini adalah keputusan yang tepat.

“Saya mungkin dapat melihat kesempatan untuk melihatnya saat ini, namun saya percaya dan juga berkomitmen penuh dengan kehadiran VAR sendiri. Tentunya sebelum bekerja dengan VAR, saya selalu kritis karena saya tak menyukai itu sebelumnya,” kata Pochettino saat diwawancara.

“Tapi saat ini kita semua menyetujui VAR dan juga aturan-aturannya. Kita juga harus menerima elemen-elemen yang bakal membantu wasit dalam mengambol keputusannya. Apabila itu menguntungkan tim kami maka kami akan sangat bergembira. Tapi jika tidak, maka kita tetap fokus menghargainya,” lanjutnya.

Tottenham sebelumnya sudah pernah mendapat ‘keuntungan’ karena adanya VAR di lapangan.

Saat itu Tottenham bertemu dengan Manchester City pada liga minggu lalu. Teknologi mutakhir tersebut membatalkan gol-gol pada menit akhir City dan juga menghindatkan Spurs dari kekalahannya.

Tidak hanya itu, VAR juga ikut berpartisipasi ‘mengantarkan’ Lucas Moura dan kawan-kawan menuju ke semifinal Liga Champions musim lalu. The Lilywhites pasalnya unggul dengan jumlah gol tandang melawan Manchester City setelah VAR membatalkan gol penentu lolosnya The Citizen ketika itu.

Tottenham vs Newcastle: Noda pada Laga ke-500 Pochettino

Namun tetap saja, kalahnya Tottenham ini menjadi hal yang mengecewakaan bagi Pochettino. Padahal mereka berhasil menguasai 80% dan juga 17 tembakan, tetap saja mereka tak bisa memenangkan pertandingan.

Kekalahan ini lantas jadi noda bagi Pochettino karena di laga ke-500 nya justru malah berujung pahit.

Tottenham padahal memiliki hampir 80% penguasaan bola, angka tertinggi yang kedua untuk tim yang kalah pada ajang Premier League sejak catatan itu dimulai di tahun 2003/2004. Mereka Cuma kalah dari Liverpool yang mana mencatatkan penguasaan bola 80,4% melawan Burnley di bulan Agustus 2016. Manajer Tottenham ini menandai pertandingannya yang ke-500 sebagai manajer pada semua kompetisi dengan kekalahan pertamanya melawan Newcastle sejak tahun 2016. Bruce mengatakan bahwa kemenangan tandang pertamanya melawan Tottenham pada ajang Premier League mengakhiri laju 9 laga tanpa kemenangan. Dari 9 kali penampilan lawan Newcastle, Harry Kane Cuma menyetak gol pada 2 laga saja. Ia juga punya sentuhan paling sedikit di antara pemain tuan rumah yang menjadi starter pada laga ini.

Read More
SPORT

Permintaan-Permintaan Jelang Laga Indonesia vs Malaysia

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Gusti Randa, meminta kepada seluruh supporter untuk tertib di saat laga antara Timnas Indonesia vs Malaysia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia yang akan digelar tanggal 5 September 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Suporter Indonesia diminta Tertib

Malaysia pasalnya bakal menjadi lawan pertama Indoensia di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Laga melawan Negeri Jiran ini selalu special untuk supporter Indonesia karena tim Harimau Malaysia ini selalu menjadi rival abadi Timnas Indonesia.

Gusti sendiri berharap supporter Indonesia bisa menjaga ketertiban dan keamanan ketika pertandingan berlangsung. Ia mengatakan bahwa laga melawan Malaysia ini dapat jadi cobaan bagi Indonesia sendiri yang belakangan ini berencana jadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

“Pesan khusus dari Exco uang penting adalah keamanan dan kenyamanan. Karena ini pasti akan dilihat. Bukan saja dilihat teman-teman dalam negeri, namun juga dilihat yang luar negeri,” ungkap Gusti yang ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta Convention Centre.

“Misalnya saja seperti Thailand (melihat) ‘Sehebat apa sih PSSI? Sehebat apa sih Indonesia mau bikin Piala Dunia?’Dia (Thailand) ingin tes, nyaman, tertib, dan bagus tidak (gelar Piala Dunia di Indonesia)?” katanya.

FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) telah meminta pada PSSI Jaminan Keamanan untuk timnas Malaysia, awak media, dan supporter dari Malaysia yang akan datang ke laga melawan Indonesia besok. “Kalau nanti jadi tuan rumah Piala Dunia, nati ada berapa negara? Meskipun tim-tim luar negeri datang itu bukan hal yang baru. Jadi saya mohon pada para penonton dan supporter nanti, jangan timpak-timpuk dan bakar segala macam,” imbuhnya.

“Nanti dikira Indonesia tidak cocok gelar Piala Dunia. Kita harus menunjukkan Indonesia aman dan nyaman dalam menggelar Piala Dunia,” tukasnya.

Timnas Malaysia Minta Barracuda: PSSI Lobi

Tidak hanya Gusti yang meminta sesuatu, namun Timnas Malaysia juga meminta sesuatu menjelang laga lawan Timnas Indonesia. Hal yang diminta mereka adalah penggunaan kendaraan taktis (rantis) Barracuda. PSSI sampai saat ini masih berusaha melobi Malaysia soal itu.

Gatot Widakdo, Direktur Media PSSI, mengatakan bahwa pihak Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meminta PSSI untuk mempersiapkan rantis barracuda ketika Timnas Malaysia melawan Indonesia.

Tapi PSSI pasalnya berusaha untuk melobi FAM untuk tak menggunakan barracuda dengan meyakinkan bahwa laga di SUGBK akan berjalan sangat aman dan nyaman. Terlebih lagi laga Indonesia vs Malaysia ini bakal dijaga ribuan personal keamanan gabungan dari TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan Polri (Kepolisian Republik Indonesia).

“Jumlah personel keamanan ini mencapai itu (ribuan) ya. Tapi Malaysia kemarin minta disiapkan rantis juga. Tapi kami masih coba bicarakan keamanan yang sederhana. Kami masih cari formulanya,” ungkapnya lagi ketika ditanya soal ini hari Senin (25/8).

Gatot juga menyatakan bahwa PSSI berencana utnuk menggelar pertemuan kembali dengan pihak FAM. Kemudian dengan pihak kepolisian juga untuk laga Indonesia vs Malaysia, 5 September mendatang. Sebelumnya FAM dan PSSI sudah bertemu tanggal 4 Agustus 2019 lalu di Jakarta. Di pertemuan pertamanya, kata Gatot, FAM telah menanyakan rencana pengamanan selama timnas Malaysia di Jakarta. Dan di pertemuan pertama itu PSSI sudah meyakinkan bahwa mereka akan menyiapkan strategi pengamanan.

“Sebenarnya sama saja seperti pertandingan timnas yang terdahulu. Lebih ke alur masuk supporter Malaysia (nantinya) di tribune mana. termasuk juga media dari Malaysia,” pungkasnya.

Read More